Dengan Dalih Kawasan Industri Sadai/ KIS Diduga Direksi PT RBA Melakukan Penipuan

oleh -140 views

Bangka Belitung. Pengembang KIS/ Kawasan Industri Sadai dikejar deadline untuk merampungkan pembangunan KIS Tahun 2024 harus selesai, kini tersisa waktu 1,5 bulan untuk mengetuk tongkat simsalabim sedangkan rencana pembangunan pelabuhan diduga masih berupa dokumen, pembangunan pabrik – pabrik masih tinta diatas kertas, pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi janji dari tahun ke tahun, penyerapan tenaga kerja dan perluasan pembebasan lahan hanya peta diatas buku gambar. Sampai hari ini investor belum ada yang masuk menyelesaikan agenda KIS sebagai kota baru dan pusat industri berbasis tambang.  Diduga PT Rba tidak memiliki kemampuan pembiayaan walau sebelumnya terlanjur menyanggupi mega proyek KIS di Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Putar otak, PT Ration Bangka Abadi manfaatkan fasilitas SKBDN/ Surat Keterangan Berdokumen Dalam Negeri, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank KB Bukopin diduga untuk menipu investor agar bersedia membayar biaya provisi SKBDN 3,5% dari nilai pencairan 10 Miliar hingga trilyunan, SKBDN yang dijanjikan PT RBA diduga tidak cair malah uang provisi yang disetor pengusaha ke bos PT RBA Tidak dapat di bayar. Menurut sumber yang didapat, dugaan penipuan investasi tidak hanya terjadi melalui fasilitas SKBDN, namun juga ada yang ditawari menjadi komisaris, ditawari kontrak kerja dan lain sebagainya. Anehnya dugaan penipuan yang terjadi oleh perwakilan management Rba dianggap “ bukan nipu tapi kebutuhan “ Apeng salah satu korban saat di hubungi melalui sambungan telp whatsapp menceritakan Kamis, 16/11/2023 kerugian yang dialami sekitar 500 juta rupiah, awal mula Apeng tertarik menjadi komisaris PT RBA di sebabkan janji janji direksi PT RBA berinisial VP, VP menceritakan bagaimana usahanya menguasai 3000 hektar tanah di kawasan indusri sadai, dgn cara membeli tanah tersebut dari warga dengan harga bervariasi mulai dari harga 5000 rupiah permeter sehingga sampai saat ini direksi PT RBA yaitu VP sudah membebaskan kira kira 1000 hektar, masih dari Pk Apeng nara sumber yang sama, Hangga Oktafandany SH awalnya sebagai legal PT RBA di biayai pendidikan sampai Sarjana Hukum oleh VP dan semua orang terdekat VP di fasilitasi kendaaraan roda empat serta setiap ada pemilihan kepala daerah, VP memberi bantuan 50 juta disetiap Kabupaten Kota yang ada di Bangka Belitung, apa yang di katakan VP
Lanjut pak apeng, saya ditawari VP SKBDN Bank senilai 150 juta rupiah untuk mendapatkan fee 10 juta dan tanah seluas satu hektar untuk pembangun fisik di Kawasan Industri Sadai, katanya saya tunjuk kamu bagian tanah satu hektar yang bakal kamu bangun ujar VP. Semua yang di katakan VP adalah BOHONG ujar Korban Apeng. Direktur Keuangan PT Ration Bangka Abadi ketika dikonfirmasi menerangkan; tidak tahu menahu keluar masuk uang SKBDN tersebut. Sebagai catatan komposisi pengurus PT RBA yang awak media diketahui untuk Komisaris Utama bernama Doddy Widodo Suasmoro, Direktur Utama Vindyarto Purbalinarko, Direktur Dedi Bastian, Presdir Narliswandi atau yang akrab disapa Iwan Piliang. Hangga Oktafandany SH., selaku Pengacara para korban dari management PT Rba menjelaskan “ didalam tubuh PT Rba ada banyak orang besar dan berapa diantaranya ada pejabat tinggi atau mantan pejabat, jadi wajar saja PT Rba terlindungi sepak terjangnya dan korban – korban takut bersuara “ sambungnya lagi “ sebenarnya ini tanggung jawab Kemenperin RI memberesin masalah ini karena dia yang membidani PT RBA dalam kartu kendali, tapi karena ada dugaan yang memback up PT RBA Selain itu Himpunan Kawasan Industri/ HKI ada Pak Fahmi sebagai Sekjen HKI seharusnya dapat menegur anggotanya yang rakus. Selain itu Hangga OF juga menyampaikan aroma korupsi sudah tercium dalam pembangunan KIS yang ada di Sadai Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah patut dilakukan lidik oleh Kejaksaan. Cuma yang menjadi kendala kemungkinan besar ya adanya sosok Komisaris Utama pak Doddy Widodo Suasmoro ini tutup Hangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.