Pangkalpinang. PT Ration Bangka Abadi terjerembab lubang dalam yang dibuatnya sendiri, sebagai pemegang lisensi pengelola Kawasan Industri Sadai/ KIS yang berlokasi di Pelabuhan Sadai Kabupaten Bangka Selatan/ Basel Kota Toboali, proyek tersebut diduga tidak menarik minat direksi dan komisaris perusahaan karena banyak terjadi kasus, Kawasan Industri Sadai merupakan kawasan yang sudah diamanatkan Undang-Undang Republik Indonesia.
Akibat diduga banyak pihak yang tertipu dengan iming-iming KI Sadai sebagai Program Strategis Nasional/ PSN yang telah di kunjungi oleh Presiden Jokowi berapa waktu lalu, semua informasi itu sengaja dihembuskan sebagai jalan menarik uang investor ke kantung manajemen PT Rba yang beralamat di Kota Pangkalpinang.
Lebih aneh lagi manajemen PT RBA mengungkapkan tahun 2023 ini mendapatkan kredit 700 miliar dari Bank Mandiri dengan testcase 10 miliar tapi tidak ada kontraktor yang bankable.
Hangga Of salah satu pihak yang berseteru dengan manajemen PT RBA mengungkapkan “kalau benar PT Rba dapat fasilitas SKBDN dari Bank Mandiri 700 miliar berarti PT Rba itu sendiri selaku penerima SKBDN bukan kontraktor”
Herdi yang mengikuti perjalanan SKBDN PT Rba mengungkapkan “mana mungkin PT RBA dapat SKBDN Bank Mandiri, lah itu komisaris dan dirutnya aja rata-rata BI Checkingnya Kol 4, jangankan dapat SKBDN 700 miliar, kemarin mengajukan kredit mobil aja ditolak” jelas Herdi.
Polemik memanas setelah direksi komisaris PT Rba dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Babel. Salah satu nama yang tercuat sebagai Terlapor adalah Presiden Direktur PT Rba Narliswandi atau yang dikenal Iwan Piliang.
Hangga Of mengutarakan “Iwan Piliang ini menemui saya sambil memberikan surat kuasa kalau segala hutang Yanto Purba dan PT Rba dia yang akan bayar dan disaksikan petinggi wartawan Babel.
Hangga menambahkan “Iwan bilangnya mau bayar tapi tidak ada tanya saja sama saksinya yang hadir disana. Tapi dengan santainya Iwan Piliang kemana-mana selalu ngomong bahwa dia sudah bayar uang saya 350 juta, itukan pembusukan.
Hangga menjelaskan pernah terima pembayaran uang dari Pak Doddy dan sudah lama sekali. “Ada Pak Doddy botak bayar uang ke saya sedangkan Iwan piliang tidak ada hanya omdo saja, sebut Hangga.
lanjut Angga menceritakan kronologi pelaporannya di Kejaksaan.
“Iwan ini kan bilang dia teman akrabnya Pak Kajati Babel dan pernah menghadap mengurus perkara DI mantan anggota dewan provinsi Babel. Iwan ini berkolaborasi bersama Yanto Purba dan mantan pejabat yang sekarang Caleg, DI itu marah karena uangnya tidak diganti dan balik mau lapor polisi, iwan bilang janganlah kasihan”.
Namun dari pantauan media ini tanggal 27/11/23 malah Hangga yang duluan melaporkan Iwan Piliang CS ke Kajati Babel sebelum DI. Iwan bilang dia merupakan teman dekat Kajati Babel, untuk membuktikan itu saya membuat laporan, kalau ternyata tidak diproses berarti benar Iwan teman dekat Kajati Babel, tapi kalau diproses berati Iwan besar mulut, ungkap Hangga





