Seminar Nasional Economy Roadmap, Rektor UBB Bawakan Tema Aon Effect

oleh -6 views

Bangka Belitung. Menjadi narasumber dalam acara Seminar Nasional Economy Roadmap yang digelar Bangka Pos dalam rangka HUT Ke-25, Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Prof Ibrahim membawakan tema Aon Effect, bertempat di Ballroom Santika Bangka, Selasa (28/5/2024).

Tema Aon Effect yang dibawakan Prof Ibrahim ini cukup memukau dan mengejutkan para peserta seminar. Dimana Prof. Ibrahim mengatakan, masyarakat semua harus mengakui satu orang atau satu case (kasus) ini mampu menguasai perubahan kondisi ekonomi Bangka Belitung yang cukup signifikan.

Menurutnya, ada tiga hal dari Aon Effect ini yakni momentum tes mental warga Bangka Belitung, momentum transisi pembiasaan, momentum transformasi sektoral.

Prof Ibrahim mengaku Aon Effect memang merupakan satu di antara profil yang saat ini menghentakkan perekonomian Bangka Belitung.

“Aon Effect ini tidak dalam konteks negatif, tapi dalam mega dampaknya saya kira ini adalah salah satu fenomena yang memberikan implikasi yang sangat besar di pertumbuhan ekonomi di Babel,” sebutnya.

Dia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung tiba-tiba turun, jadi harus diakui Aon Effect itu betul-betul ada.

“Karena efeknya bukan hanya pada kasus penegakan hukum yang akan berimbas kepada perusahaan beliau (Aon-red) tapi juga perusahaan-perusahaan lain yang ikut terdampak, ada yang dampaknya langsung dan tidak langsung,” jelasnya.

Kata Prof Ibrahim, Aon Effect ini akan terus berjalan di Babel paling tidak 2-3 tahun kedepan.

“Nah di dalam fase itu bagaimana masyarakat Bangka Belitung tetap bisa bertahan, survive dan syukur-syukur bisa keluar dari bayangan dampak itu,” sebutnya.

Kemudian, lanjut Ibrahim, Aon Effect ini sebetulnya adalah momentum Bangka Belitung untuk memikirkan alternatif lain selain Timah.

“Penegakan hukum ini adalah momentum  untuk kita, di  sini peran Pemerintah betul-betul diperlukan bagaimana cara kita survive di kondisi seperti ini yang kemudian membawa kita keluar pelan-pelan dari zona itu,” ujarnya.

Sementara dari sektor perguruan tinggi, kata Prof Ibrahim ada data menunjukan bahwa di sektor diploma ke atas ternyata mengalami peningkatan hingga 13 persen.

“Artinya ini positif, nah kami dari perguruan tinggi akan terus mendorong itu, sehingga angkatan kerja kita semakin terdidik, hingga bisa lebih inovatif mencari alternatif yang lain,” terangnya.

“Saya yakin memang akan ada dampak negatif dari kasus penegakan hukum Aon ini, tetapi sebenernya akan ada celah-celah baru yang dibutuhkan untuk kita bisa keluar dari Aon Effect itu,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.