Jakarta. Hangga Of bersama tiga orang lainnya Rabu 21 November 2023 mendatangi gedung bundar Jampidsus Kejaksaan Agung RI guna menyampaikan laporan tindak pidana oleh terduga komisaris dan direksi PT Ration Bangka Abadi pengelola Kawasan Industri Sadai di Kabupaten Bangka Selatan.
Dalam keterangannya kepada awak media Hangga mengatakan sengaja datang ke kantor Jampidsus menyampaikan surat laporan resmi adanya dugaan beberapa tindak pidana di KI Sadai.
“Kita laporkan utamanya dugaan tindak pidana korupsi pembangunan bangunan permanen milik Pemerintah Pusat diatas tanah swasta, dan serapan anggaran APBN dan APBD dalam pembuatan dokumen dan pembangunan fisik KI Sadai” terangnya.
Dalam surat laporannya perihal Kejahatan di Kawasan Industri Sadai, hampir semua pengurus dari Komisaris hingga Direksi PT Ration Bangka Abadi dilaporkan terkait pembiyaran yang merugikan negara.
“Laporan terkait dugaan Tipikor, kejahatan perbankan, money laundry, dan praktik mafia tanah yang merugikan masyarakat sadai dan penerimaan negara” imbuhnya.
Hangga menambahkan “bukti – bukti sudah kami lampirkan semoga Kejaksaan Agung R.I, melalui Jampidsus gerak cepat periksa semua Komisaris dan Direksi agar tidak ada lagi pembohongan untuk menarik keuntungan pribadi diatas proyek KI Sadai.
Dalam waktu dekat kami akan melaporkan beberapa perbankan yang terlibat langsung dalam penerbitan SKBDN yang telah memakan korban keganasan PT Ration Bangka Abadi. Tutup Hangga.
Kisruh pengelolaan Kawasan Industri Sadai yang tidak profesional telah mencuat lebih dari dua bulan ini. Baru – baru ini warga Sadai melakukan unjuk rasa ke Kantor PT RBA menuntut uang ganti rugi pembebasan lahan diselesaikan yang tertunda hampir tiga tahun.
“Pihak perusahaan hanya janji bulan ke bulan tahun ke tahun mau bayar gak bayar – bayar. Kalau tidak mau bayar kami mau ambil lagi tanah kami untuk berkebun” imbuh Ambo kepada wartawan.
Masyarakat Bangka Belitung banyak memberikan simpati kepada warga Sadai yang masih bisa bersabar menunggu PT RBA memenuhi janji. Dan banyak pihak menyesalkan kenapa PT RBA melakukan pembohongan publik seolah proyek KI Sadai masuk PSN dan Jokowi mengunjungi KI Sadai.





